Penyakit Klamidia

Gejala Infeksi Klamidia

Dizaman modern ini semakin marak pergaulan bebas diluar sana, para orang tua harus lebih perhatian lagi terhadap anak-anaknya agar jangan sampai ada penyesalan dikemudian hari.

Penyakit Klamidia
Penyakit Klamidia

Tak hanya dikota, diperkampungan pun kini sudah mulai semakin terlihat pergaulan anak muda yang semakin jauh dari normanya.

Kebudayaan bangsa barat yang satu ini kini sudah mulai meluas dikalangan para remaja Indonesia.

Salah satu dari dampak pergaulan bebas adalah maraknya anak remaja yang mulai penasaran dengan hubungan seks, bahkan banyak dari mereka yang akhirnya melakukan hal yang seharusnya belum waktunya mereka lakukan.

Tak banyak dari para remaja atau bahkan orang tua yang tahu akan akibat dari melakukan hubungan seks apalagi untuk mereka yang suka bergonta-ganti pasangan.

Tak hanya bisa menyebabkan terjadinya hamil diluar nikah, namun hal yang satu ini juga dapat mengakibatkan datangnya beberapa penyakit yang mengerikan. Salah satunya adalah penyakit Klamidia.

Gejala Infeksi Klamidia dan Penjelasannya

Klamidia adalah penyakit seksual yang ditularkan melalui hubungan seks. Penyakit ini bisa menyerang wanita atau pun pria disegala usia. Sebagian besar yang terkena penyakit ini adalah wanita yang aktif dalam melakukan hubungan seks

Gejala infeksi klamidia terkadang tidak ada yang merasakannya, setelah satu sampai tiga minggu baru dapat merasakan bahwa dirinya tertular atau terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia Trachomatis ini.

Penularan Klamidia bisa melalui alat bantu seks, saling bersentuhan alat kelamin, melakukan seks oral dan beberapa penyebab lainnya.

Gejala yang dirasakan oleh penderita wanita dan pria berbeda, yang sama hanya rasa sakit saat membuang air kecil.

Sedangkan gejala infeksi Klamidia lain yang dapat dirasakan pada laki-laki adalah rasa sakit pada Testikal, terdapat rasa panas atau gatal pada saat berkemih, dan keluarnya cairan encer atau kental pada ujung Penis.

Sedangkan gejala yang dirasakan wanita yaitu, sebagian dari penderita merasakan penderahan ketika selesai melakukan hubungan seks, menstruasi tidak seperti biasanya, rasa sakit pada perut bagian bawah dan keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina.

Ibu yang menderita penyakit ini dapat menularkannya pada bayi yang baru dilahirkannya dan bayi pun dapat terkena penyakit Konjungtivitas. Untuk lebih jelasnya dapat dikonsultasikan pada dokter terpercaya anda.

Tak hanya pada kehamilan, Klamidia juga dapat mendatangkan komplikasi lainnya seperti, Epididimis, Uretritis, Cervicitis.

Untuk pencegahan anda bisa menggunakan kondom saat berhubungan seksual, tidak berbagi penggunaan alat bantu seks, setia pada satu pasangan, lakukan pemeriksaan secara rutin, untuk yang sudah terkena klamidia bisa melakukan pengobatan lebih lanjut.

Setelah sembuh dari Klamidia jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kembali setelah tiga bulan. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai Klamidia anda bisa mengunjungi http://cegahkankerserviks.org/. yang memiliki penjelasan lebih detail dan lebih mudah dipahami.

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124